Muaro Jambi, 31 Juli 2026 – Memasuki hari ketiga rangkaian Evaluasi Persiapan Penilaian Nasional Piloting Projek Satuan Kerja Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) , tim evaluator Asep Komarudin sebagai Ketua Tim, serta Akhmad Muhajir dan Halid Thawil sebagai Anggota Tim melakukan simulasi secara langsung kepada peserta didik MAN Insan Cendekia Jambi . Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana implementasi Zona Integritas telah dipahami dan dirasakan oleh penerima layanan, khususnya peserta didik sebagai pengguna utama layanan pendidikan di madrasah.
Dalam simulasi tersebut, tim evaluator mewawancarai empat orang peserta didik yang dipilih sebagai sampel, yaitu Aisha Victoria Nizori, Zahwa Aulia Nisa, Kautsar Syahrul Ramadhan, dan Mohammad Rafie . Berbagai pertanyaan diajukan terkait pelayanan di madrasah, mulai dari kualitas layanan PTSP, transparansi informasi, mekanisme pengaduan, penerapan budaya antigratifikasi, kedisiplinan, hingga berbagai layanan akademik dan nonakademik yang diterima siswa. Seluruh proses wawancara berlangsung secara interaktif dengan mengedepankan jawaban yang sesuai dengan kondisi nyata di lingkungan madrasah.
Suasana wawancara berlangsung efektif, lugas, dan komunikatif . Keempat peserta didik mampu menjawab setiap pertanyaan dengan percaya diri serta memberikan gambaran nyata mengenai implementasi Zona Integritas yang telah diterapkan di MAN Insan Cendekia Jambi. Simulasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa nilai-nilai integritas, transparansi, dan pelayanan prima tidak hanya dipahami oleh aparatur madrasah, tetapi juga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh peserta didik sebagai pengguna layanan.