Muaro Jambi, 18 September 2026 - Bagi murid MAN Insan Cendekia Jambi, belajar biasanya berlangsung dalam ritme kehidupan asrama yang teratur. Bangun, belajar, beraktivitas, hingga beristirahat berjalan dalam jadwal yang telah tersusun. Namun, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengubah rutinitas tersebut. Demi menjaga kesehatan dan keselamatan, tatap muka pembelajaran dialihkan menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), dan murid pun harus meninggalkan asrama untuk kembali belajar dari rumah.
Perubahan itu bukan sekedar memindahkan ruang kelas ke ruang rumah. Di asrama, siswa terbiasa berada dalam lingkungan akademik yang terstruktur, belajar bersama teman, dan mengikuti jadwal yang teratur. Ketika berada di rumah, mereka harus membangun kembali ritme belajar secara mandiri. Perangkat digital yang menjadi penghubung dengan guru dan pembelajaran, sementara konsentrasi dan kedisiplinan harus tetap terjaga meskipun suasana belajar tidak lagi sama seperti di madrasah.
Di dalam kegelapan sebenarnya muncul. Tidak semua materi mudah dipahami hanya melalui layar. Interaksi dengan guru menjadi terbatas, kesempatan untuk bertanya secara langsung berkurang, sementara jaringan internet, perangkat, dan suasana rumah turut mempengaruhi proses belajar. Bagi murid yang sebelumnya terbiasa dengan kehidupan asrama dan lingkungan akademik bersama teman-teman, PJJ menjadi pengalaman baru yang menuntut kemampuan beradaptasi lebih besar.
Meski begitu, perpindahan dari asrama ke rumah juga membawa pelajaran penting: kemandirian. Tanpa rutinitas asrama yang biasanya menjadi bagian dari keseharian, murid dituntut mampu mengatur waktunya sendiri, bertanggung jawab terhadap tugas, menjaga fokus, serta menggunakan teknologi sebagai sarana belajar. PJJ pada akhirnya bukan hanya sekedar menguji kemampuan akademik, namun juga melatih murid untuk mengelola diri ketika tidak berada dalam lingkungan yang terstruktur.
Karhutla mungkin telah mengubah tempat murid belajar, tetapi tidak seharusnya menghentikan proses pendidikan. Dari asrama menuju rumah, murid MAN IC Jambi mendapatkan pengalaman bahwa belajar dapat berlangsung dalam berbagai keadaan. PJJ bukanlah masa untuk berhenti belajar, melainkan ruang baru untuk belajar yang bertanggung jawab, disiplin, dan mandiri. Di tengah situasi yang tidak ideal, kemampuan beradaptasi justru menjadi pelajaran berharga yang tidak selalu ditemukan di ruang kelas. (Hilal El Fairuzy)