Muaro Jambi, 1 September 2026 - Kabut asap yang membuat Jambi ikut mempengaruhi aktivitas murid MAN Insan Cendekia (MAN IC) Jambi. Sejak madrasah menerapkan kebijakan pemulangan murid, sebagian besar murid memilih kembali ke rumah bersama keluarga. Aktivitas luar ruangan dikurangi dan pembelajaran dialihkan ke sistem yang berani untuk menyesuaikan kondisi udara yang kurang baik.
Meski begitu, madrasah tetap memfasilitasi murid yang memilih untuk bertahan di asrama. Murid diperbolehkan tetap tinggal dengan syarat mendapat persetujuan dari orang tua yang dibuktikan melalui surat pernyataan dan izin. Kebijakan tersebut memberikan pilihan kepada murid dan orang tua untuk menentukan tempat belajar yang dianggap paling sesuai dengan kondisi masing-masing, sekaligus memastikan kebutuhan murid yang tetap berada di asrama tetap terpenuhi.
Bagi murid yang pulang, keputusan tersebut dinilai memberikan rasa aman karena mereka dapat menjalani kegiatan belajar dari rumah bersama keluarga. Salah seorang murid mengatakan bahwa sebelum pulang, kabut asap cukup tebal hingga mengurangi jarak pandang dan membatasi aktivitas di luar ruangan. Namun, ia mengakui bahwa pembelajaran berani memiliki keterbatasan karena interaksi dengan guru dan teman tidak dapat berlangsung secara langsung. Sementara itu, murid yang tetap tinggal di asrama juga harus menyesuaikan diri dengan mengurangi aktivitas dan suasana asrama yang lebih sepi.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kabut asap tidak hanya berdampak pada kualitas udara, tetapi juga mempengaruhi pola belajar dan kehidupan murid di lingkungan pesantren. Di tengah kondisi tersebut, madrasah berupaya menjaga keberlangsungan pembelajaran sekaligus memberikan pilihan kepada murid dan orang tua. Kebijakan pemula maupun fasilitas bagi murid yang tetap tinggal menjadi bentuk penyesuaian madrasah agar kegiatan pendidikan tetap berjalan tanpa mengabaikan kesehatan dan keselamatan murid. (M.Alamsyah Arrasyid)