Muaro Jambi, 26 Agustus 2026 - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelamatkan wilayah Jambi memaksa MAN Insan Cendekia Jambi berhenti sementara pembelajaran tatap muka di lingkungan asrama. Pada hari Rabu, 26 Agustus 2026, ratusan murid mulai dibawa ke rumah masing-masing sebagai langkah madrasah untuk mengurangi risiko paparan udara yang tidak sehat. Suasana kompleks madrasah yang biasanya dipenuhi aktivitas belajar berubah menjadi kesibukan murid mengemas barang dan orang tua yang datang datang.
Keputusan awal diambil setelah kondisi udara memburuk dan sejumlah murid mulai mengeluhkan gangguan kesehatan, seperti batuk dan mata perih. Kondisi tersebut mendorong pihak madrasah mengambil langkah pencegahan dengan menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di lingkungan pesantren. Melalui pemberitahuan kepada orang tua, madrasah mengarahkan seluruh murid untuk mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dari rumah masing-masing. Kebijakan ini dilakukan agar kegiatan pendidikan tetap berlangsung tanpa mengabaikan kesehatan murid.
Proses kepulangan berlangsung secara bertahap sejak siang hingga sore hari. Kendaraan orang tua tampak mengantre di sekitar pintu masuk madrasah, sementara murid membawa koper, tas, dan perlengkapan belajar menuju kendaraan penjemput. Kabut asap yang mengurangi jarak pandang turut membuat perjalanan pulang membutuhkan kehati-hatian. Setelah berpamitan dengan teman dan meninggalkan lingkungan asrama, murid melanjutkan kegiatan belajar dari rumah melalui sistem bold.
Pelaksanaan PJJ akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi udara di Muaro Jambi. Selama masa tersebut, guru tetap menyiapkan dan melaksanakan pembelajaran secara berani agar target kurikulum tetap tercapai. Madrasah juga terus memantau perkembangan kondisi lingkungan sebelum menentukan waktu yang tepat bagi murid untuk kembali ke asrama. Pemulangan ini menunjukkan bahwa dalam situasi darurat lingkungan, keberlangsungan pendidikan tetap dapat terjaga melalui pembelajaran jarak jauh, sementara kesehatan dan keselamatan murid menjadi pertimbangan utama. (Khalilah Elfa Nugraha)