Informasi Sekolah

Empat Puluh Hari Uzlah, Saat Anak Belajar Bertumbuh, Orang Tua Belajar Melepaskan

Muaro Jambi, 22 Agustus 2026 - Suasana haru menyumbang pesan dan kesan perwakilan wali murid, Ibu Primasita, SE, orang tua dari Ananda Muhammad Fathir Ahza Dinata Nova , pada Penutupan Uzlah Murid Angkatan XX MAN Insan Cendekia Jambi. Dalam sambutannya, Ibu Primasita mengungkapkan rasa terima kasih sekaligus kerinduan yang dirasakan orang tua selama 40 hari masa uzlah. Bagi orang tua, masa tersebut bukan sekadar rentang waktu, melainkan proses belajar untuk melepaskan anak-anak tercinta agar tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat, mandiri, berakhlak, dan dekat dengan Allah SWT.

Ibu Primasita menyampaikan bahwa selama 40 hari, anak-anak belajar keluar dari kenyamanan rumah, membangun kedisiplinan, hidup sederhana, mengendalikan keinginan, menahan rindu, serta menghadapi berbagai tantangan secara mandiri. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter. Ketika anak-anak menghadapi rasa lelah, kesepian, dan kerinduan kepada keluarga, mereka belajar untuk tetap bertahan dan melangkah. “Bukan karena mereka tidak pernah menangis, tetapi karena setelah menangis mereka tetap bertahan,” ungkapnya, menggambarkan keteguhan anak-anak selama menjalani masa uzlah.

Rasa terima kasih juga disampaikan Ibu Primasita kepada pimpinan madrasah, guru, ustaz dan ustazah, dan seluruh keluarga besar MAN Insan Cendekia Jambi yang telah mendampingi dan menjaga anak-anak selama masa uzlah. Ia berharap pengalaman 40 hari tersebut tidak berhenti sebagai sebuah kegiatan, tetapi menjadi bekal yang terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari-terlihat dalam cara anak menghormati orang tua, menjaga waktu, memperlakukan sesama, menghadapi kesulitan, serta menjaga hubungan dengan Allah SWT. “Kami tidak memintamu menjadi manusia yang sempurna. Kami hanya berharap kamu terus menjadi manusia yang mau memperbaiki diri,” pesannya kepada anak-anak.

Menutup pesan dan kesannya, Ibu Primasita, SE mengajak seluruh Murid Angkatan XX untuk menjadikan berakhirnya masa uzlah sebagai awal perjalanan untuk terus mengenal diri, memperbaiki hati, menguatkan iman, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT . Dengan penuh haru, ia menyampaikan pesan kepada anak-anak, “Pulanglah, Nak. Rumah ini rindu langkahmu.Tetapi pulanglah sebagai pribadi yang membawa sesuatu yang lebih indah dari sekadar cerita: bawalah hati yang lebih kuat, jiwa yang lebih tenang, dan cinta kepada Allah yang lebih dalam.” Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa 40 hari uzlah bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.