Muaro Jambi, 20 Agustus 2026 – Satu Sabtu dalam sebulan selalu menghadirkan suasana berbeda di MAN Insan Cendekia Jambi. Kendaraan orang tua mulai berdatangan untuk menjemput putra-putrinya dalam momentum Izin Bermalam (IB), kesempatan yang sangat dinantikan setelah menjalani padatnya aktivitas akademik dan kehidupan berasrama. Di balik kegembiraan bertemu keluarga, IB juga menjadi bagian dari proses pelatihan murid, terutama dalam menumbuhkan tanggung jawab terhadap target tahfiz Al-Qur'an.
Target tahfiz menjelang IB menjadi salah satu cara melatih kedisiplinan dan kesungguhan murid. Waktu antara Maghrib hingga Isya dimanfaatkan untuk menambah dan menyetorkan hafalan kepada pembina asrama. Tantangannya tentu berbeda bagi setiap murid karena mereka berasal dari latar belakang pendidikan yang beragam. Namun, kondisi tersebut justru mendorong mereka belajar mengatur waktu, memanfaatkan jeda kegiatan, serta saling membantu dengan menyimak hafalan bersama teman.
Proses ini tidak hanya terfokus pada pencapaian jumlah hafalan, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter. Murid belajar tentang manajemen waktu, daya juang, konsistensi, dan tanggung jawab. Agar tujuan tersebut tetap berjalan secara optimal, pendampingan yang adaptif dan humanis menjadi bagian penting, termasuk melalui target yang mempertimbangkan latar belakang kemampuan, peer mentoring, serta pembiasaan mencicil hafalan setiap hari sehingga murid tidak harus mengejar target dalam waktu yang terbatas.
Pada akhirnya, Izin Bermalam bukan sekadar kesempatan untuk pulang dan melepaskan rindu bersama keluarga. Di dalamnya terdapat proses pendidikan yang mengajarkan murid untuk berjuang, mengelola waktu, mengalahkan rasa lelah, dan bertanggung jawab terhadap kewajibannya. Kerinduan kepada rumah diharapkan menjadi energi positif yang semakin mendekatkan murid kepada Al-Qur'an sekaligus memperkuat karakter mereka sebagai generasi yang disiplin, mandiri, tangguh, dan berakhlak mulia. ( Oleh: Orinda Naarah kelas XI 5)