Informasi Sekolah

Staf Khusus Menteri Agama RI Tekankan Pentingnya Jejak Digital dan Publikasi Kinerja ASN

Jambi (01/06/2026) — Penggunaan materi oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, kegiatan Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Penguatan Digitalisasi pada Madrasah di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Staf Khusus Menteri Agama RI Bidang Kebijakan Publik, Media, Komunikasi dan Pengembangan SDM, Ismail Cawidu.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi tersebut juga dihadiri oleh PLH Kepala MAN Insan Cendekia Jambi, Maryana, M.Pd., bersama para Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, Kepala Madrasah, pengawas, pejabat, serta ASN di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi.

Dalam materinya yang bertajuk Peningkatan Pelayanan Informasi di Lingkungan Satuan Kerja Kanwil Agama Seluruh Indonesia, Ismail Cawidu menekankan pentingnya transformasi digital dalam mendukung tata kelola informasi dan pelayanan publik di lingkungan Kementerian Agama.

Menurutnya, di era perkembangan teknologi dan Artificial Intelligence (AI), seluruh pencapaian dan kinerja suatu lembaga dapat dengan mudah dianalisis jika data dan informasi terdigitalisasi dengan baik. Oleh karena itu, setiap satuan kerja yang diminta mulai membangun budaya dokumentasi dan publikasi kegiatan secara konsisten melalui website maupun media informasi lainnya.

“Digitalisasi sangat penting. Kinerja sebuah lembaga hari ini dapat dibaca dan diolah oleh AI jika seluruh data terdokumentasi dengan baik,” ungkapnya di hadapan peserta kegiatan.

Beliau juga menegaskan bahwa publikasi bukan sekedar sekedar menyampaikan informasi, tetapi menjadi bagian penting dalam membangun rekam jejak, transparansi, dan citra positif lembaga. Kegiatan, inovasi, program capaian, hingga pelayanan kepada masyarakat perlu dipublikasikan secara berkelanjutan agar dapat menjadi data dan informasi yang dapat diakses publik.

“Mulailah merekam jejak melalui pemberitaan di website dan media lainnya. Apa yang tidak terdokumentasi akan sulit terbaca sebagai pencapaian,” tambahnya.

Selain itu, Staf Khusus Menteri Agama RI juga mengingatkan bahwa transformasi digital harus dilakukan dengan perubahan pola pikir ASN agar lebih adaptif, inovatif, responsif, dan mampu mengikuti perkembangan informasi teknologi.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme sebagai bagian dari upaya penguatan pelayanan informasi dan transformasi digital di lingkungan Kementerian Agama, khususnya pada satuan pendidikan madrasah.