Muaro Jambi, 10 September 2026 — Puncak peringatan Milad ke-13 MAN Insan Cendekia Jambi berlangsung Pada Senin (28/9/2026) dalam suasana penuh khidmat dan semangat kebersamaan. Rangkaian kegiatan puncak Milad tahun ini tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan dan pencapaian madrasah, namun juga diisi dengan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Moderasi Beragama bersama Pimpinan Pondok Pesantren Darul Arifin Kabupaten Muaro Jambi, Dr. KH Zainul Arifin, M.Ed., MA
Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat pemahaman keluarga besar MAN IC Jambi mengenai pentingnya keberagamaan yang seimbang, toleran, dan tetap memegang teguh prinsip. Dalam penyampaiannya, KH Zainul Arifin mengajak Guru dan Tenaga Kependidikan serta murid MAN IC Jambi beserta undangan untuk mensyukuri kehidupan umat beragama di Indonesia yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk menjalankan agama dan keyakinannya, membangun rumah ibadah, menuntut ilmu, berdakwah, serta berkumpul dalam berbagai majelis dan organisasi keagamaan sesuai dengan ketentuan hukum. Menurutnya, kebebasan tersebut merupakan amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
Lebih lanjut KH Zainul Arifin menegaskan bahwa kebebasan dalam menjalankan agama hendaknya tidak menjadi alasan untuk saling menyalahkan, tetapi menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa kehidupan umat beragama dapat berjalan seiring dengan penghormatan, penghormatan terhadap hukum, dan kehidupan bersama yang damai. “Moderasi beragama pada akhirnya bukan mengurangi keyakinan, tetapi menghadirkan cara beragama yang teguh dalam prinsip sekaligus bijaksana dalam menyikapi perbedaan,” jelasnya.
Dalam materi berikutnya, beliau menekankan pentingnya ilmu dalam membentuk cara pandang seseorang. Semakin seseorang berilmu dan memahami agama secara mendalam, idealnya semakin luas pula cara pandangnya dan semakin lapang dalam menghadapi perbedaan. Ilmu, menurutnya, seharusnya tidak menjadikan seseorang merasa paling benar sendiri, tetapi mengajarkan bahwa kebenaran perlu disampaikan melalui hikmah, ilmu, dan akhlak.
KH Zainul Arifin juga menjelaskan bahwa moderasi beragama bukan berarti mencampuradukkan keyakinan ataupun menghilangkan prinsip dalam beragama. Moderasi merupakan kemampuan menempatkan sesuatu secara proporsional, yaitu kokoh dalam akidah, kokoh dalam prinsip, tetapi lembut dalam menyikapi perbedaan; taat dalam beragama, sekaligus tetap menghormati sesama manusia. Pemahaman tersebut dinilai relevan bagi lingkungan madrasah dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, wawasan keagamaan, dan kemampuan hidup berdampingan secara harmonis.
Puncak Milad ke-13 MAN IC Jambi tersebut sekaligus memperkuat pesan yang diusung melalui tema “Bersama dalam Kesederhanaan, Tumbuh dalam Kepedulian, Berdampak bagi Masyarakat.”
Melalui rangkaian kegiatan Milad, termasuk program Cendekia Berbagi
dan Bimtek Moderasi Beragama, MAN IC Jambi berupaya menjadikan momentum ulang tahun madrasah sebagai ruang untuk memperkuat kepedulian sosial, karakter peserta didik, serta nilai-nilai keberagamaan yang damai dan moderat.