Jambi — Inovasi POP-UP RIMBA yang dibawakan murid MAN Insan Cendekia Jambi dalam ajang Thailand International Science, Invention and Innovation Fair (TISIIF) 2026 tidak hanya hadir sebagai media pembelajaran berbentuk pop-up book , tetapi juga mengangkat kearifan lokal Orang Rimba sebagai bagian dari upaya edukasi konservasi hutan. Karya dengan judul “Mengembangkan Buku Pop-Up Interaktif Kearifan Lokal Orang Rimba untuk Edukasi Konservasi Hutan di Taman Nasional Bukit Duabelas Jambi” tersebut dikembangkan dengan memadukan unsur edukasi, budaya, dan pelestarian lingkungan.
Dalam poster penelitian, tim menjelaskan bahwa POP UP RIMbA dikembangkan melalui metode
Research and Development (R&D) dengan pendekatan ADDIE , yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation . Proses pengembangan dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari identifikasi potensi dan permasalahan, pengumpulan data, perancangan produk, validasi desain, uji coba, hingga revisi dan penyempurnaan produk sebelum digunakan sebagai media pembelajaran.
Karya tersebut mengangkat berbagai bentuk kearifan lokal yang berkaitan dengan kehidupan Orang Rimba dan konservasi hutan. Berdasarkan data yang ditampilkan dalam poster, sejumlah bentuk kearifan lokal seperti Tanah Pranakan, Tanah Badewo, dan Pusaron menjadi bagian dari materi yang disampaikan. Media tersebut juga memperoleh hasil penilaian yang menunjukkan tingkat penerimaan yang baik, dengan penilaian ahli media sebesar 96 persen, penilaian ahli materi sebesar 93 persen, dan hasil uji coba penggunaan sebesar 97 persen .
Melalui POP-UP RIMBA, murid MAN Insan Cendekia Jambi berupaya menghadirkan media pembelajaran yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai kearifan lokal dan pentingnya menjaga kelestarian hutan. Inovasi ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan potensi lokal Jambi dalam pengembangan media edukasi sekaligus menunjukkan bahwa kearifan masyarakat lokal dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan konservasi lingkungan kepada generasi muda.