Informasi Sekolah

Puncak Kajian Ramadhan MAN IC Jambi, dari Makna Puasa hingga Menjaga Kemuliaan Manusia

Jambi, Rabu (25 Februari 2026) Kegiatan Ramadhan MAN Insan Cendekia Jambi mencapai puncaknya melalui rangkaian Kajihan Ramadhan yang sarat nilai spiritual, reflektif, dan edukatif. Kegiatan diawali dengan Salat Dhuha dan tadarus Al-Qur’an bersama yang diikuti oleh seluruh murid serta Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), menciptakan suasana khusyuk sebagai fondasi penguatan iman dan kebersamaan dalam menyambut keberkahan bulan suci Ramadhan.

Kajian pertama mengupas makna mendalam dari seruan Allah SWT “Ya ayyuhalladzina amanu” dalam QS. Al-Baqarah ayat 183. Disampaikan oleh Didik Setiaji, M.Ed., kajian ini menegaskan bahwa puasa merupakan kewajiban yang ditujukan khusus kepada orang-orang beriman sebagai bentuk kasih sayang Allah SWT. Puasa tidak hanya bermakna menahan lapar dan dahaga, tetapi menjadi sarana mendidik jiwa, menahan hawa nafsu, dan membentuk pribadi yang bertakwa. Seruan ini mengingatkan bahwa setiap perintah Allah selalu bermuara pada kebaikan dan peningkatan kualitas iman hamba-Nya.

Sesi kedua dilanjutkan dengan kajian tentang Bab Wajib dan Bab Sunnah dalam Ramadhan yang disampaikan oleh Ahmad Puguh Eriawan, M.Pd.. Dalam kajiannya, dijelaskan bahwa puasa Ramadhan merupakan rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh setiap muslim yang memenuhi syarat. Selain kewajiban puasa, peserta diajak memahami pentingnya menjaga keabsahan ibadah serta melengkapi Ramadhan dengan amalan-amalan sunnah seperti sahur, shalat Tarawih, membaca Al-Qur’an, bersedekah, i’tikaf, dan menghidupkan malam Lailatul Qadr. Keseimbangan antara kewajiban dan sunnah diyakini mampu meningkatkan kualitas ibadah dan mendatangkan keberkahan yang lebih luas.

Sebagai penutup puncak kajian, materi reflektif disampaikan oleh Firma Yuliani, M.Pd. dengan tema “Eksistensi Manusia: Antara Potensi dan Degradasi Moral dalam Surah At-Tin Ayat 1–8”. Kajian ini mengajak peserta merenungi hakikat penciptaan manusia sebagai makhluk yang dimuliakan, dibekali akal dan potensi kebaikan, namun juga berisiko jatuh dalam keburukan jika kehilangan iman dan akhlak. Ditekankan bahwa iman dan amal saleh adalah penjaga utama kemuliaan manusia, sementara degradasi moral dapat membawa manusia pada kehinaan. Allah SWT menjanjikan pahala yang tiada putus-putusnya bagi orang-orang beriman dan berbuat kebaikan, serta balasan yang setimpal bagi mereka yang memilih jalan keburukan.

Melalui Puncak Kajian Ramadhan ini, MAN Insan Cendekia Jambi menegaskan komitmennya dalam membangun budaya religius, karakter mulia, dan kesadaran spiritual di lingkungan madrasah. Rangkaian kajian diharapkan menjadi bekal bagi seluruh murid dan GTK untuk menjalani Ramadhan dengan penuh makna, memperkuat ketakwaan, serta menjaga integritas dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.