Kegiatan Ramadhan di MAN Insan Cendekia Jambi pada hari ini diisi dengan rangkaian Kajian Ramadhan dan Kajian Keislaman yang sarat makna dan nilai pembentukan karakter. Para murid mengikuti seluruh sesi dengan antusias dan penuh kekhidmatan, mencerminkan semangat mereka dalam memperdalam pemahaman keislaman serta menumbuhkan kesadaran berakhlak mulia selama bulan suci Ramadhan.
Sesi kajian Ramadhan diawali dengan materi
inspiratif yang disampaikan oleh Maskur, M.Pd.I, Guru Akidah Akhlak MAN IC
Jambi. Beliau mengangkat kisah keteladanan sahabat Rasulullah SAW bernama
Syakban, yang dikenal memiliki komitmen luar biasa dalam beribadah. Meskipun
harus menempuh jarak puluhan mil dari rumahnya menuju masjid, Syakban tidak
pernah meninggalkan shalat berjamaah bersama Rasulullah SAW. Kisah ini menjadi
pengingat bahwa keimanan sejati menuntut kesungguhan, pengorbanan, dan
konsistensi dalam beribadah.
Kajian berikutnya disampaikan oleh Bambang Ardiyanto, M.Pd.E, dengan materi “Adab dalam Menuntut Ilmu”. Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa ilmu harus dihiasi dengan adab dan akhlak mulia agar mendatangkan keberkahan. Adab dalam menuntut ilmu meliputi niat yang ikhlas karena Allah SWT, menjauhkan diri dari dosa dan maksiat, menghormati guru, bersungguh-sungguh dalam belajar, serta mengamalkan ilmu dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa adab, ilmu berpotensi kehilangan makna dan manfaatnya.
Rangkaian kajian dilengkapi dengan kajian keislaman
yang disampaikan oleh Yuleilla, S.Pd. dan Siti Prihatin, S.Pd.. Yuleilla, S.Pd.
menekankan pentingnya menanamkan nilai adab sebagai fondasi pembentukan
akhlakul karimah berdasarkan QS. Al-Baqarah ayat 168, sementara Siti Prihatin,
S.Pd. menutup rangkaian kajian dengan pesan reflektif bahwa setiap amal yang
diniatkan untuk mengikuti ajaran Rasulullah SAW berpotensi mendatangkan cinta
Allah SWT. Melalui rangkaian kajian ini, MAN IC Jambi berharap nilai iman,
adab, dan keteladanan yang ditanamkan selama Ramadhan dapat terus hidup dan
membentuk pribadi murid yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.