Muaro Jambi, rangkaian pembelajaran pada bulan ramdhan di MAN Insan Cendekia Jambi pada Jumat, 27 Februari 2026 ditutup dengan kajian
keislaman yang penuh inspirasi dan refleksi. Kajian sesi terakhir ini
disampaikan oleh M. Safar, S.Kom,
yang mengangkat tema mendalam tentang “Empat Golongan Manusia yang Dirindukan oleh Surga.”
Dalam pemaparannya, M. Safar
menjelaskan bahwa surga bukan hanya balasan akhir, tetapi juga “merindukan”
hamba-hamba Allah yang konsisten menanamkan nilai kebaikan dalam kehidupan
sehari-hari. Empat golongan tersebut menjadi cerminan pribadi muslim yang seimbang
antara ibadah ritual dan kepedulian sosial.
Golongan pertama adalah orang-orang yang membaca Al-Qur’an.
Menurut beliau, membaca Al-Qur’an bukan sekadar melafalkan ayat, tetapi juga
memahami, menghayati, dan berusaha mengamalkan nilai-nilainya dalam perilaku
sehari-hari. Al-Qur’an menjadi cahaya yang menuntun langkah dan membentuk
karakter seorang mukmin.
Golongan kedua adalah orang yang menjaga lisan. Dalam
kajian ini ditegaskan bahwa lisan dapat menjadi sumber kebaikan sekaligus
kebinasaan. Menjaga ucapan dari dusta, ghibah, dan kata-kata menyakiti
merupakan wujud kedewasaan iman dan akhlak yang sangat ditekankan dalam Islam,
terlebih di bulan Ramadhan.
Golongan ketiga adalah orang
yang memberi makan kepada mereka yang kelaparan. Sikap ini
mencerminkan kepekaan sosial dan kepedulian terhadap sesama. Berbagi makanan
bukan hanya memenuhi kebutuhan fisik orang lain, tetapi juga menumbuhkan
empati, persaudaraan, dan semangat berbagi dalam masyarakat.
Sementara golongan keempat
adalah orang yang berpuasa di bulan
Ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan. Puasa dipahami
sebagai ibadah yang menyatukan pengendalian diri, kesabaran, serta ketaatan
total kepada Allah SWT, sehingga menjadi salah satu amalan yang sangat dicintai
dan “dirindukan” oleh surga.
Kajian penutup ini diikuti para
siswa dengan khidmat dan penuh
perhatian. Banyak peserta tampak merenungkan materi yang
disampaikan karena relevan dengan kehidupan mereka sebagai pelajar yang hidup
di lingkungan madrasah dan asrama.
Salah satu siswa MAN IC Jambi
mengungkapkan kesannya,
“Materi ini membuat kami
termotivasi untuk memperbaiki diri. Ternyata amalan sederhana seperti menjaga
lisan dan berbagi bisa menjadi jalan menuju surga,” tuturnya.
Melalui kajian penutup ini, MAN
Insan Cendekia Jambi berharap nilai-nilai Ramadhan tidak berhenti pada kegiatan
seremonial, tetapi benar-benar tertanam dalam sikap dan perilaku siswa,
sehingga melahirkan generasi yang cinta Al-Qur’an, berakhlak mulia, peduli
sesama, dan istiqamah dalam ibadah.