Informasi Sekolah

Cendekia Berbagi Hadir di Ponpes Tarbiyatul Sholatyah Niaso, 65 Paket Sembako Disalurkan

Muaro Jambi, 28 September 2026 — Semangat berbagi menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-13 MAN Insan Cendekia Jambi. Melalui program Cendekia Berbagi, Panitia Milad yang terdiri atas GTK dan murid mengunjungi Pondok Pesantren Tarbiyatul Sholatyah, Niaso, pada Minggu (27/9/2026).

Sebanyak 65 paket sembako disalurkan ke Pondok Pesantren Tarbiyatul Sholatyah. Bantuan tersebut merupakan bagian dari 250 paket sembako yang dihimpun melalui kepedulian dan gotong royong keluarga besar MAN IC Jambi dengan mengusung tema “Bersama dalam Kesederhanaan, Tumbuh dalam Kepedulian, Berdampak bagi Masyarakat.”

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Kepala Madrasah Bidang Asrama, Dedi Haryanto, M.Pd., memberikan berbagai sekaligus mewakili keluarga besar MAN IC Jambi dalam menyampaikan bantuan. Ia menekankan bahwa nilai kebersamaan dan kepedulian yang dibangun di lingkungan madrasah dan asrama perlu diwujudkan pula dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kehidupan di asrama mengajarkan anak-anak tentang kebersamaan, saling membantu, dan peduli terhadap orang lain. Nilai-nilai itu tidak boleh berhenti di lingkungan asrama, tetapi harus dibawa ke tengah masyarakat. Melalui Cendekia Berbagi, anak-anak belajar bahwa kebersamaan dapat menghadirkan manfaat bagi orang lain,” ujar Dedi.

Bantuan kemudian diserahkan secara simbolis oleh Dedi Haryanto, M.Pd., kepada Gr. Kadir, selaku pimpinan Pondok Pesantren Tarbiyatul Sholatyah Niaso. Penyerahan tersebut menjadi bagian dari silaturahmi sekaligus wujud kepedulian MAN IC Jambi terhadap lembaga pendidikan dan para santri.

Bantuan sembako yang disalurkan merupakan hasil gotong royong GTK, Komite Madrasah, orang tua/wali murid, alumni, serta dukungan pihak katering MAN IC Jambi. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa Cendekia Berbagi merupakan gerakan bersama yang lahir dari kepedulian banyak pihak.

Bagi murid MAN IC Jambi, kegiatan ini menjadi pembelajaran nyata tentang arti berbagi dan memberi manfaat. Mereka belajar bahwa pendidikan tidak hanya mencetak generasi yang cerdas dan berprestasi, tetapi juga pribadi yang memiliki empati serta kepedulian terhadap sesama. Dari kecilnya tumbuhnya kepedulian, dari kepedulian lahir, kebaikan, dan dari kebaikan hadir berdampak bagi masyarakat.